UMK Jatim 2021 Ditetapkan, Buruh Anggapan Pedas Begini

UMK Jatim 2021 Ditetapkan, Buruh Anggapan Pedas Begini

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

SURABAYA – Solidaritas Perjuangan Pekerja Indonesia (SPBI) Fatkhul Khoir memprotes keras penetapan Upah Minimum Praja (UMK) Jawa Timur (Jatim) tarikh 2021. Penetapan UMK itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim nomor 188/538/KPTS/013/2020 tentang UMK Jatim 2021.

Dari SK tersebut diketahui, nilai UMK pada 27 kabupaten/kota di Jatim menjalani kenaikan. Nilainya bervariasi mulai daripada Rp25. 000 hingga tertinggi Rp100. 000. Sementara ada 11 kabupaten/kota yang tidak dinaikkan UMK-nya buat tahun 2021. (Baca juga: UMK Jawa Timur 2021 Ditetapkan, 27 Daerah Naik 11 Pasti, Ini Daftarnya)

“Penetapan UMK itu ngawur. Jumlah UMK 2021 itu menjadi bukti bahwa Gubernur Jawa Timur tak memiliki sense of crisis. Seharusnya, UMK harus dinaikkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Utamanya kaum buruh, ” kata Sekretaris Jenderal Komite Pusat SPBI, Fatkhul Khoir, Senin (23/11/2020).

Baca Juga:

SPBI, kata dia, sepakat dengan usulan Serikat Pekerja Seluruh Nusantara (SPSI) Jatim agar UMK dengan keseluruhan naik sebesar Rp600. 000. Dengan penetapan UMK tahun 2021, akan semakin menjauhkan buruh dibanding kesejahteraan. (Baca juga: Dikabarkan Positif COVID-19, Gus Ipul Sokong Klarifikasi)

“Penetapan UMK tahun 2021 ini ialah praktik pertama dari Omnibus Law bahwa, gubernur bisa menentukan UMK sendiri dan mengabaikan usulan dari Dewan Pengupahan, ” terangnya.

Lebih jauh dia menandaskan, daripada pemerintah mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang terdampak pandemi COVID-19, alangkah bertambah baik kalau menaikkan UMK. Kenaikan UMK akan mengerek kesejahteraan pekerja. “Kami memprotes keras UMK 2021. Kami dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi untuk melakukan kesibukan protes UMK 2021, ” ujarnya.