Terbatas Menjadi Presidium KAHMI Jatim, Ridwan Hisjam Mundur

Terbatas Menjadi Presidium KAHMI Jatim, Ridwan Hisjam Mundur

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JAKARTA – Anggota DPR MENODAI dari Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam mundur dari Presidium terpilih Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( KAHMI ). Pengunduran Ridwan Hisjam itu mewarnai Musyawarah Wilayah KAHMI V Jawa Timur (Jatim) yang dilaksanakan di Telaga Sarangan, lengah Gunung Lawu, Kabupaten Magetan.

Ridwan mengungkapkan satu diantara alasan dirinya mundur karena mendengar informasi adanya sangkaan politik uang dengan keterlibatan para pejabat negara pada pelaksanaan Muswil Jatim V ini. Padahal, hal itu tidak seharusnya terjadi.

“Kalau memang tersebut benar, mestinya itu tak terjadi. Karena cukup menciderai pelaksanaan Muswil KAHMI yang diharapkan bersih dari manipulasi, atau pun politik transaksional, ” ujarnya, Selasa (1/6/2021).

Mengaji juga: KAHMI Jatim Sokong Award ke Gubernur Khofifah Atas Penanganan COVID-19

Baca Juga:

Ridwan mengaku telah menyatakan mundur sebagai Presidium KAHMI sebelum proses penetapan. Alhasil, posisinya digantikan sebab Imam Nasrullah anggota DPRD Ngawi dari Fraksi Golongan Golkar. Dalam Muswil tersebut telah ditetapkan tujuh orang presidium dengan koordinatornya Edi Purwanto.

Sementara itu, mundurnya Ridwan Hisjam sebagai Presidum KAHMI Jatim ditolak anggota KAHMI Sumenep yang juga menjabat sebagai Sekretaris Penasehat Kurniadi. Dia berpendapat bahwa kausa yang disampaikan Ridwan tak nyambung.

“Saya sampaikan alasannya tidak nyambung kalau cuman ingin meramaikan muswil di tingkat nasional, dan menyerahkan kepada yang lebih junior, ya tersebut tidak nyambung. Mestinya jika mau mundur sebelum penetapan, lah ini sudah dipercaya malah mundur, ” ujar Kurniadi.

Baca juga: KAHMI: Kunci Menyibak Kebenaran Irman Gusman, Proses Pencarian Dewi Keadilan

Kecuali ada alasan asing, karena dia juga mendengar informasi bahwa ada politik transaksional di Muswil KAHMI Jatim yang melibatkan adat negara untuk ikut mengkondisikan sejumlah calon agar siap presidium KAHMI.

“Saya mendengar fakta ada oknum yang menjabat di institusi negara terlibat intervensi dalam proses penetapan presidium KAHMI Jatim. Kalau alasan itu, ada politik transaksional, mungkin patut dipertimbangkan, ” ungkapnya.

Sementara itu, ada beberapa pengakuan dari anggota KAHMI yang menyebut ada pertemuan para pejabat di besar institusi negara yang mengikuti mengatur jalannya Muswil Jatim. Pertemuan itu dikabarkan di sekitar Telaga Sarangan, lengah Gunung Lawu sebelum metode pemilihan presidium dengan tanda politik uang.