Tak Ada Aksi Besar-besaran, Pekerja Akan Lakukan Ini pada 1 Mei

Tak Ada Aksi Besar-besaran, Pekerja Akan Lakukan Ini pada 1 Mei

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

JAKARTA awut-awutan Konfederasi Serikat Pekerja Segenap Indonesia (KSPSI) memutuskan untuk tidak menurunkan massa pekerja ke jalan secara habis-habisan pada Perayaan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2021. Hal ini dilakukan sebab situasi yang masih sempurna keprihatinan akibat pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum usai.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, langkah KSPSI jadi konfederasi buruh terbesar dalam Tanah Air ini diambil untuk menghindari adanya klaster baru.

“Kami memutuskan untuk May Day 2021 tidak menggelar kesibukan massa besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kami tak ingin menciptakan klaster mutakhir, ” katanya dalam konvensi persnya di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Pekerja: Tak Ada Alasan Kongsi Tak Bayar THR

Andi Gani menjelaskan, keputusan buat tidak terjun ke tiang secara besar-besaran ini diambil setelah melihat perkembangan urusan Covid-19 yang masih menyusun.

Mengucapkan Juga:

Dia juga ingin meyakinkan bahwa buruh bukan hanya jago demo tapi serupa punya rasa empati serta kepedulian yang tinggi kepada sesama. Untuk itu, banyak ragam kegiatan yang bakal dilakukan sebagai pengganti aksi turun ke jalan.

Pertama, kata Andi Gani, saat May Day dia akan memimpin tepat delegasi dari KSPSI muncul ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua, dia selalu akan memimpin delegasi ke Istana Negara untuk menyerahkan Petisi May Day 2021. Selain itu, juga ada kegiatan penyerahan bantuan APD, masker, hand sanitizer untuk tenaga kesehatan dan klub.

Baca juga: Berkaca Tsunami Covid di India, Tersebut Pesan Menaker Jelang Hari Buruh

“Jam 11. 00 WIB kami akan ke MK, tentunya ini terkait dengan pembahasan UU Omnibus Law. Sekitar jam 12. 00 WIB kami ke Istana Negara, saya sudah berkomunikasi intens dengan Gajah Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk menyerahkan Petisi May Day 2021, ” ungkapnya.

Petisi May Day berisikan tuntutan & harapan buruh terutama perkara Omnibus Law, kondisi buruh di masa pandemi, & Tunjangan Hari Raya (THR). Untuk delegasi yang disiapkan, Andi Gani menuturkan, selalu dibatasi dan wajib melayani swab antigen. Wajib juga ditunjukan dengan surat keterangan tes. Semua kegiatan buruh KSPSI memegang teguh dan patuh protokol kesehatan.

“Ini bukti bahwa buruh KSPSI punya kepedulian dan empati tinggi pertama kepada masyarakat agar Covid-19 tidak semakin memburuk di Indonesia. Kita bisa tahu di India, ketika sudah turun sekarang naik drastis dengan jumlah yang betul istimewa, ” jelasnya.

Andi Gani sadar keputusannya untuk tidak mengabulkan aksi besar-besaran akan melahirkan pro dan kontra. Namun, dirinya siap menerima hasil apapun. Tak hanya dalam Jakarta, KSPSI yang berkecukupan di daerah, akan menyandarkan delegasi ke kantor gubernur, bupati dan wali praja di masing-masing daerah.

Menyuarakan juga: PNS, Anggota DPR, Menteri hingga Kepala Wilayah Dapat THR Tahun Tersebut

Terkait THR, Andi Gani mendesak pemerintah memberlakukan hukuman bagi perusahaan yang menangguhkan pembayaran Tunjangan Hari Sundal (THR) kepada pekerja.

“Sampai zaman ini masih ada kongsi yang mencicil THR daripada tahun 2020. Karena itu harus ada ketegasan lantaran pemerintah untuk bisa memberikan sanksi tegas kalau tersedia perusahaan yang tidak melangsungkan kewajibannya dengan baik. Datang hari ini belum ada sanksi apapun, ” tegasnya. Dia berharap sanksi yang tegas membuat perusahaan setia membayar THR bagi karyawannya tahun ini.