Soal Laskar FPI, Tengku Zul Tak Ingin Indonesia Malu di Ceroboh Internasional

Soal Laskar FPI, Tengku Zul Tak Ingin Indonesia Malu di Ceroboh Internasional

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

JAKARTA – Desakan pembentukan tim pencari fakta (TPF) kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin 7 Desember lalu terus mengalir.

Desakan mengalir daripada berbagai kalangan. Mereka menuntut pendirian tim agar untuk mengetahui dengan jelas ihwal kronologi kasus tersebut.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menilai serbuan pembentukan TPF merupakan bentuk tanggungan dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut dia, kasus ini bisa membuat noda Indonesia jika persoalan tersebut tidak selesai secara transparan, lalu dibawa ke Mahkamah Internasional.

Mengucapkan Juga:

“Banyak kalangan meminta dibentuknya Tim Ikatan Pencari Fakta atas kasus wafatnya 6 laskar adalah bentuk tanggung jawab dan cinta NKRI. Jika masalahnya tidak selesai dengan memuaskan & transparan, lalu dibawa ke Majelis hukum Internasional, bukankah seluruh NKRI mampu malu…? ” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Selasa (15/12/2020). ( Baca juga: Hotline Kasus Penyerangan FPI, Polri: Ada 120 Laporan Positif sejak Masyarakat )

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) membantu Komnas HAM atau Tim Pencari Fakta (TPF) Independen untuk mengusut kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI). Kejadian itu guna menghadirkan hukum yang benar dan adil. ( Baca juga: Hari Ini, Ketum FPI dan Panglima LPI Diperiksa sebagai Saksi Habib Rizieq )

Situasi itu diungkapkan HNW melalui jalan sosial Twitter-nya, Senin 14 Desember 2020. Menurut dia, sudah memang Komnas HAM atau TPF Independen didukung untuk menghadirkan hukum dengan adil dan benar.

“Kontras temukan kejanggalan-kejanggalan dalam rekonstruksi tembak mati 6 laskar FPI oleh Petugas. IPW juga paparkan dugaan kelengahan prosedur oleh polisi. Plus fakta polisi seperti soal pistol tentara yang berubah-ubah, wajarnya Komnas HAM/TPF Independen didukung untuk hadirkan asas yang benar dan adil, ” tulis @hnurwahid yang dikutip, Senin 14 Desember 2020. ( Baca juga: Wakil Ketua MPR Bawa Komnas HAM Usut Penembakan Anggota FPI )