Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Limpahkan Pelanggaran Prokes di Kegiatan Habib Rizieq ke Polisi

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Limpahkan Pelanggaran Prokes di Kegiatan Habib Rizieq ke Polisi

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

BOGOR – Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melimpahkan pelanggaran protokol kesehatan untuk adanya kerumunan massa saat kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, kepada Polri .

“Setelah dirumuskan akhirnya, Satgas menugaskan kordinator bidang penegakan hukum dan kedisiplinan untuk melimpahkan proses penanganannya ataupun penegakan hukumnya ke kepolisian, ” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan, era dihubungi Okezone, Rabu (25/11/2020).

Irwan menuturkan, Satgaskesulitan untuk mencari atau menentukan siapa dengan paling bertanggungjawab atas kerumunan pengikut. Satgas juga tidak memiliki kewenangan untuk memanggil ataupun memeriksa.

“Satgas tidak punya kewenangan untuk memanggil, kecuali operasi yustisi. Tidak punya kewenangan memanggil, mengawasi. Sedangkan menentukan siapa yang bertanggungjawab itu harus ada proses penyelidikan mengumpulkan keterangan, ” tuturnya.

Baca Juga:

Terkait adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020 terpaut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi tidak mendukung di dalam persoalan ini. Perbup itu legal ketika di lapangan atau telah diketahui pihak yang bertanggungjawab. (Baca: Perjuangkan Revolusi Ahklak, Pedangdut Ini Malah Minta HRS Revolusi Jiwa)

“Perbup itu sanksi ketika di lapangan atau yustisi ketika ada aktivitas sudah jelas penyelenggaranya. Kalau ini kita gak tahu penyelenggaranya sapa penanggung jawabnya siapa. Kita telah merumuskan ketemu sementara kegiatan tersebut real empirisnya ada dan preskripsi harus ditegakan, ” tegasnya.

Akan tetapi, dalam menegakan aturan Satgas mengalami kesulitan untuk mencari orang yang paling bertanggung jawab dari acara Habib Rizieq. Sehingga, kasus ini dilimpahkan ke polisi guna penyelidikan.

“Jadi satgas merumuskan sanksi apa yang bakal diberikan ada kesulitan siapa yangg sesungguhnya bertanggung jawab kegiatan tersebut. Kemudian, saksi apa yang langsung untuk diterapkan mengingat kerumunan itu banyak gak mungkin perorangan, ” ucap Irwan.