Restrukturisasi Rampung Mei, Jiwasraya Langgeng Beroperasi sebagai PT

Restrukturisasi Rampung Mei, Jiwasraya Langgeng Beroperasi sebagai PT

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JAKARTA Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, restrukturisasi pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sedang dilakukan hingga saat tersebut. Targetnya, restrukturisasi akan berakhir hingga 31 Mei 2021.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menyebut, pemegang polis yang setuju dengan restrukturisasi, maka pemegang saham akan mengirimkan asetnya ke Indonesia Financial Group (IFG) atau IFG life.

“Pemegang polis akan dialihkan atau ditransfer ke IFG life buat dilanjutkan pelayanan, pertanggungan, serta pembayaran manfaatnya, ” ujar Tiko sapaan akrab Bintang Wirjoatmodjo dalam peluncuran IFG Progres, Rabu (28/4/2021).

Membaca juga: Simak! Upaya Penyelamatan Jiwasraya Sejak 2018 tenggat Direstrukturisasi

Kementerian BUMN mendokumentasikan, proses restrukturisasi tersebut bukan berarti Jiwasraya akan bertransformasi menjadi perusahaan asuransi spirit milik negara. Namun, sebagai langkah penyelamatan para pemegang polis.

Baca Juga:

Meski sejenis, Jiwasraya akan beroperasi jadi perseroan terbatas untuk mengakhiri utang dengan dukungan abu aset kepada polis dengan tidak setuju untuk direstrukturisasi dan dipindahkan kepada IFG life.

“Jiwasraya tidak akan berfungsi sebagai perusahaan asuransi nyawa lagi kedepannya. Jiwasraya akan beroperasi sebagai perseroan terpatok untuk menyelesaikan utangnya, ” katanya.

Pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi berupaya melaksanakan program restrukturisasi. Upaya ini, dikerjakan sebagai komitmen dan tanggungan pemerintah dalam mengimplementasikan kesimpulan bersama yang disepakati beriringan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), otoritas dan lembaga terkait.

Paralel secara pelaksanaan program restrukturisasi, Awak Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya sedang didera tekanan likuiditas akibat pemberian bunga yang luhur pada produk asuransi & investasi, yang dijual dalam masa lampau.

Baca juga: Mau Tahu Kucuran PMN BUMN 2021-2022 Buat Barang apa Aja, Begini Rinciannya

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2020, aset Jiwasraya diketahui status Rp15, 72 triliun dengan jumlah liabilitas mencapai Rp54, 36 triliun.

Dengan posisi ekuitas yang negatif hingga Rp38, 64 triliun, tak ayal jika rasio solvabilitas ataupun risk based capital (RBC) Jiwasraya pada 31 Desember 2020 berada pada situasi minus 1. 000, 3 persen atau jauh pada bawah batas minimal yaitu 120 persen, sesuai secara peraturan OJK.

“Oleh karena itu pemerintah bersama beberapa pemangku kebijaksanaan setuju untuk segera dikerjakan program restrukturisasi dan mengasaskan perusahaan baru bernama IFG Life, ” tutur Bagian Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, Farid A Nasution.