Pengabenan Laki laki Bertato dalam Sungai Brantas Tulungagung Diduga Jatuh Terpeleset

Pengabenan Laki laki Bertato dalam Sungai Brantas Tulungagung Diduga Jatuh Terpeleset

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

TULUNGAGUNG awut-awutan Sesosok mayat laki pemuda yang tersangkut kail pemancing ikan di aliran kali Brantas, kawasan Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, ternyata seorang sopir truk. Korban diketahui bernama Ridwan Rasjid (67) asal Kecamatan Sidomukti, Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah.

Penyebab kematian dengan bersangkutan diduga karena terselip jatuh di sungai Brantas, dan tenggelam. “Identitas korban sudah diketahui, ” ujar Kapolsek Ngantru AKP Menghargai Widodo kepada wartawan. Era ditemukan pertama kali Selasa (23/3), jasad korban di dalam kondisi relatif masih segar.

Baca juga: Polisi Tulungagung Selidiki Identitas Mayat Pemuda Mereput di Sungai Brantas

Korban menggunakan baju abu abu dipadu celana gelap, lengkap dengan ikat pinggang. Potongan rambutnya pendek sekaligus banyak tumbuh uban. Dalam pemeriksaan, aparat juga mendapati tato mungil diantara ibu jari dan telunjuk, pada tangan kanan dan kiri.

Baca Selalu:

Jasad korban tersangkut kail milik warga yang sedang memancing ikan. Tidak berselang periode polisi juga mendapatkan sebuah tas yang tersangkut jala pencari ikan di sungai Brantas. Di dalamnya menyimpan SIM A dan SIM C, yang ketika dicocokkan adalah milik korban.

“Petugas muncul ke Salatiga sesuai petunjuk di SIM. Dari sana mendapat informasi, kalau rumpun sesuai alamat tersebut sudah pindah ke Semarang, ” terang Puji. Di Semarang, petugas mendapat kepastian bila jasad yang ditemukan pada Brantas sesuai identitas di SIM.

Terungkap juga bahwa objek bekerja sebagai sopir truk antar kota. Sementara begitu mendengar kabar, pihak anak langsung meluncur ke Tulungagung, mendatangi ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung. “Keluarga korban sampai ke Tulungagung, ” sekapur Puji.

Menurut Puji, dalam penjagaan tidak ditemukan tanda petunjuk penganiayaan. Kematian korban diduga jatuh terpeleset ke kali Brantas dan tenggelam. Diduga, insiden terjadi saat objek sedang bersantai di wilayah sekitar sungai Brantas. “Kematian korban diduga karena terpeleset. Dalam pemeriksaan tidak terlihat tanda bekas kekerasan, ” pungkas Puji.