Pembatasan Mudik 2021, Pemkot serta Pemkab Bekasi Kerja Serupa Jaga Jalur Tikus menuju Karawang

Pembatasan Mudik 2021, Pemkot serta Pemkab Bekasi Kerja Serupa Jaga Jalur Tikus menuju Karawang

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

BEKASI – Dalam kebijakan pembatasan aktivitas karakter selama larangan mudik Lebaran 2021 , Kota serta Kabupaten Bekasi akan menjelma saksi sukses atau gagalnya pemerintah dalam menerapkan larangan mudik yang dimulai 22 April hingga 24 Mei 2021. Kota metropolitan yang berada di Timur Jakarta ini secara geografis berada dalam posisi penting yang mudah dilintasi pemudik.

Kebiasaan masyarakat sebab Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang melintasi Bekasi menuju Tanah Jawa dengan berbagai jenis moda transportasi mulai roda dua, maupun tranportasi ijmal. Bahkan, calon pemudik menuju Jawa Barat, Jawa Pusat, Jawa Timur sudah bersiasat sejak jauh hari serta mencuri start mudik sejak awal pekan pertama ramadan.

Mereka tetap kebijakan larangan mudik secara menyiagakan petugas berjaga pada jalur-jalur yang dilintasi pemudik terutama jalur sepeda motor bercelah. Seperti tahun 2020 lalu, banyak pemudik dengan melintas melalui Bekasi pra pelarangan pemerintah ini diberlakukan. Saat diberlakukan pemudik lazimnya melintas melalui jalur tikus.

Wali Kota Bekasi , Rahmat Effendi bersama Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja sepakat berjalan sama dengan kepolisian serta TNI untuk menghalau pemudik di wilayahnya dengan melaksanakan penyekatan maupun menutup rel tikus menuju jalan Pantura (Pantura) agar pemudik mengecewakan niatnya untuk mudik.

“Kami siagakan aparat selama 24 jam dalam beberapa titik jalur mudik menuju Pantura, dan disejumlah pintu tol yang berharta di Bekasi Timur & Bekasi Barat, ” kata pendahuluan Rahmat. Menangkap: Mudik Lebaran Dilarang, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pos Penjagaan

Baca Serupa:

Senada dengan Rahmat, Bupati Bekasi Eka juga akan memperketat wilayah perbatasan antara Praja Bekasi dengan Kabupaten Bekasi dan diperbatasan Karawang. “Anggota dishub dan kepolisian dibantu TNI akan melakukan pemeriksaan di titik lintasan pegangan wilayah Kabupaten Bekasi, ” ungkap Eka.

Dia memastikan tempat sudah mulai dilakukan pada wilayahnya seperti jalur zirnikh maupun jalur sungai yang seperti tahun sebelumnya, organ roda dua diangkut menggunakan perahu eretan ke Karawang. Kedua kepala daerah di Bekasi itu berpendapat, wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi merupakan daerah lintasan menuju jalur pantai utara Jawa yang setiap tahun menjelma jalur favorit pemudik roda motor.

Bahkan, hampir 70 komisi pemudik nasional melintasi daerah ini dengan jumlah pengendara roda dua 942. 621 pemudik sepeda motor dari Jabodetabek. Untuk Kota Bekasi, pemerintah setempat menyiapkan skenario penyekatan di 7 titik, antaralain: Patung Garuda Harapan Elok, Kecamatan Medan Satria, Sumber Artha atau Kalimalang di Kecamatan Bekasi Barat.

Kemudian pada wilayah Kecamatan Bantar Gebang tepatnya di Jalan Siliwangi yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Lalu wilayah Bulak Kapal Bekasi Timur pada perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi. Lalu penyekatan di pintu tol Bekasi Barat dan Pungutan Bekasi Timur.

Untuk lokasi posko pemantauan berada di lima titik: Simpang RS Bella Bekasi Timur, Simpang Poncol Kartini, Terminal Induk Bekasi, Terminal Kayuringin Bekasi Daksina, dan Stasiun Bekasi Praja.

Sedangkan pada Kabupaten Bekasi, jalur kesayangan warga yang bakal mudik menggunakan motor adalah galur arteri Kedungwaringin (perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang) dan Cibarusah (perbatasan Kabupaten Bekasi-Kabupaten Bogor). Perut jalur alternatif lainnya merupakan Pebayuran (perbatasan utara Kabupaten Bekasi-Karawang).

Lalu Cipayung Kalimalang (perbatasan daksina Kabupaten Bekasi-Karawang) untuk menuju Pantura. Sementara jalur alternatif (jalur tikus) seperti Pebayuran (perbatasan utara Kabupaten Bekasi-Karawang) dan Jalan Inspeksi Kalimalang (perbatasan selatan Kabupaten Bekasi-Karawang).

Tidak hanya jalur darat, pemudik mengelabui petugas dengan menggunakan penyeberangan sungai atau perahu eretan. Berdasarkan pengalaman tahun awut-awutan, banyak pemudik menggunakan kebaikan rakit untuk menyeberangi Sungai Citarum maupun Sungai Cibeet menuju Kabupaten Karawang & masuk jalur Pantura.