Patra Sawit Topang Ekspor Indonesia Sejumlah 15 Persen

Patra Sawit Topang Ekspor Indonesia Sejumlah 15 Persen

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan, walaupun dihantam pandemi Covid-19, ada mulia sektor selama tahun 2020 yang masih menunjukan trend positif, yakni kelapa sawit.

Berdasarkan petunjuk, harga minyak sawit pada kuartal III tahun 2020 berada di level USD666 per ton. “Kalau saya lihat posisi harga CPO hari ini ada di angka USD855 per ton. Artinya biar banyak sektor ekonomi melemah pada Indonesia tapi sektor sawit masih memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi indonesia, ” kata Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi saat webinar di Jakarta, Selasa (17/11/2020). ( Baca: Ini Empat Negara Pasar Ekspor Sawit Indonesia )

Dia melanjutkan, kinerja neraca dagang Indonesia di tengah pandemi tidak terlalu buruk karena pada September 2020 mencatatkan kinerja yang surplus sejumlah USD13, 82 miliar padahal September 2019 tahun 2019 mengalami kekurangan USD2, 24 miliar.

“Kenapa defisit tahun lalu? Sebab harga minyat sawit saat itu masih rendah dan bagaimana perusahaan sawit sawit bisa bertahan bilamana itu. Dan pada tahun tersebut tidak lebih buruk dari tarikh lalu, karena kontribusi harga sawit sangat baik makanya indonesia bisa catat surplus sebesar USD13, 82 miliar, ” ungkap dia. ( Baca juga: Mengintip Sekatan Asmara untuk Pengungsi Merapi yang Ingin Berhubungan Intim )

Baca Juga:

Menurut Tofan, hingga September 2020 nilai kontribusi devisa ekspor dari minyak sawit mencapai USD15 miliar. “Jadi kalau dilihat nilai ekspor sebesar USD 117 miliar maka ketika sawit berkontribusi sejumlah USD115 miliar artinya hampir 10%-15% ekspor indonseia ditopang oleh minyak sawit, ” ungkap dia.