PascaLebaran, Kasus Positif Covid-19 pada Jakarta Hari Ini Merayap 1. 317 Orang

PascaLebaran, Kasus Positif Covid-19 pada Jakarta Hari Ini Merayap 1. 317 Orang

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat adanya penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1. 317 karakter. Jumlah itu merupakan hasil tes PCR pascaLebaran.

Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan tubuh DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, pihaknya telah melangsungkan tes PCR guna membayangi penularan Covid-19 setelah musim mudik Lebaran.

Baca juga: Perkara Mikro Lockdown, Wagub DKI: Tak Ada Zona Abang Covid-19 di Jakarta

“Sebanyak 10. 605 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1. 317 pasti dan 9. 288 minus. Selain itu, dilakukan juga tes antigen hari itu sebanyak 6. 518 orang dengan hasil 170 meyakinkan dan 6. 348 negatif, ” ujar Dwi, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga:

Untuk rate tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 377. 841. Jumlah orang yang dites PCR sepekan final sebanyak 59. 586. Mengenai jumlah kasus aktif dalam Jakarta naik sejumlah 475 kasus, sehingga jumlah kejadian aktif sampai hari tersebut sebanyak 11. 376 (orang yang masih dirawat/ isolasi).

Membaca juga: Usai Mudik Lebaran, Puluhan Santri Pondok Pesantren di Kota Bogor Pasti Covid-19

Sedangkan, jumlah peristiwa Konfirmasi secara total dalam Jakarta sampai hari ini sebanyak 434. 116 kejadian. Perlu diketahui, hasil ulangan antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena seluruh dikonfirmasi ulang dengan PCR.

“Dari total total kasus positif, mutlak orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 415. 317 dengan tingkat kesembuhan 95, 7%, dan total 7. 423 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1, 7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2, 8%, ” tuturnya.

Buat positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9, 8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sejumlah 10, 8%. WHO serupa menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih sejak 5%.