Muhammadiyah Layak Duduki Kursi Mendikbud Bukan Wakil Menteri

Muhammadiyah Layak Duduki Kursi Mendikbud Bukan Wakil Menteri

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA – Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti telah memutuskan untuk tidak bergabung secara Kabinet Indonesia Maju sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Wamendikbud ). Penolakan ini pun menerbitkan banyak respons dari berbagai kalangan.

Muncul juga spekulasi bahwa penolakan Muhammadiyah itu lantaran Muhammadiyah merasa posisi yang tepat untuk mereka adalah Mendikbud, bukan Wamen.

Terkait spekulasi itu, pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto berpandangan memang Muhammadiyah layak buat menduduki posisi Mendikbud, bukan sekedar wakil menteri. “Muhammadiyah layak siap menteri bukan wakil menteri, ” kata pria yang akrab disapa Herbud kepada SINDOnews , Jumat (25/12/2020). ( Baca juga : Abdul Mu’ti: Saya Putuskan Tak Bergabung dalam Kabinet )

Ia memperhitungkan, penolakan Abdul Mu’ti tepat sebab tugas wamen itu hanya membantu tugas dari menterinya. Jadi, posisi wamen ini kurang strategis, makin untuk tokoh sekelas Muhammadiyah. “Penolakan Abdul Mu’ti tepat sebab, jadi wakil menteri tugasnya membantu menteri. Kurang strategis menurut saya, ” ujarnya.

Baca Juga:

Menurut Direktur Manajer PolcoMM Institute ini, soal kedudukan juga yang menjadi latar penolakan posisi Wamendikbud itu. Selain itu, sambung dia, perbedaan sikap juga bisa dilihat dari strategi dan program pendidikan yang dijalankan sebab Mendikbud saat ini. Seperti misalnya Program Organisasi Penggerak (POP) yang tidak sejalan dengan Muhammadiyah kaum waktu lalu, di mana Muhammadiyah membatalkan untuk tidak bergabung.

“Saya lebih melihat tersebut penolakan pada posisi itu (alasan-alasan di atas), ” katanya. ( Baca juga : Abdul Mu’ti Tolak Kursi Wamendikbud, Din Syamsuddin: Bagian Muhammadiyah Sejati Tidak Gila Lembaga )