Menuntut: Tempat Kerja Jadi Lebih Membatalkan bagi wanita Menopause

Menuntut: Tempat Kerja Jadi Lebih Membatalkan bagi wanita Menopause

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Gejala menopausedapat mengganggu pekerjaan wanita. Peneliti Jepang mengamati hampir 600 wanita dengan bekerja dengan usia 45 maka 65 tahun. Dari jumlah itu, 61% adalah pascamenopause.

Perempuan dengan jumlah gejala menopause yang lebih tinggi memiliki kinerja kerja yang lebih buruk, menurut penulis penelitian yang diterbitkan secara online baru-baru ini di Menopause, jurnal dari North American Menopause Society (NAMS). (Baca juga: Masuk Usia 40-an, Baiknya Anda Kenali 6 Gejala Menopause Ini)

Tetapi memiliki pekerjaan dengan level stres yang lebih rendah & mempertahankan gaya hidup sehat membangun mengurangi gejala menopause wanita. Para peneliti juga menemukan wanita dengan banyak gejala menopause lebih cenderung tidak aktif, dan memiliki perihal kesehatan kronis dan stres terkait pekerjaan.

Dilansir sebab Web Md, berdasarkan Keiko Hashimoto dari Tohoku University, di Miyagi, dan rekannya mengungkapkan temuan itu memberikan wawasan tentang bagaimana positif menjaga produktivitas wanita pascamenopause dalam tempat kerja.

Baca Pula:

Misalnya, sponsor kerja dapat meningkatkan kondisi kegiatan bagi perempuan yang mengalami hot flash dengan menurunkan suhu ruangan dan menyesuaikan aturan berpakaian buat mengizinkan pakaian lengan pendek yang lebih ringan.

Inisiatif lain adalah bagi pemberi kerja untuk menawarkan kelas manajemen tekanan yang akan menguntungkan semua pegawai, termasuk wanita yang berjuang dengan perubahan suasana hati karena tingkat estrogen yang berfluktuasi.

Penulis penelitian mencatat bahwa perempuan seringkali enggan untuk mendiskusikan gejala menopause dengan supervisor mereka, sehingga pemberi kerja kemungkinan kecil mau melakukan perubahan di tempat kerja tersebut.

“Studi ini menyoroti ikatan antara beban gejala menopause dan kinerja kerja yang lebih aib. Khususnya, wanita dalam studi itu yang memiliki lebih banyak gejala terkait menopause juga cenderung menjelma perawat dan memiliki penyakit kritis, ” kata Dr. Stephanie Faubion, direktur medis NAMS. (Baca juga: Hotman Paris Sebut HP Gisel Hilang 3 Tahun Lalu, Netizen Singgung Video Syur)

“Meskipun modifikasi tempat kerja adalah salah satu cara potensial untuk mengatasi masalah ini, pengobatan yang langsung untuk gejala terkait menopause & konseling mengenai stres pada hamba dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan serta meningkatkan kinerja kerja, ” ujar Faubion dalam rilis berita masyarakat.

Studi itu bukan satu-satunya yang menilai dengan jalan apa gejala menopause memengaruhi kinerja order, tetapi ini adalah yang pertama secara khusus menguji jumlah gejala menopause dan pengaruhnya terhadap produktivitas.