Mengamati Warga Negara Asing, Imigrasi Jakarta Pusat Kembangkan Praktik APOA

Mengamati Warga Negara Asing, Imigrasi Jakarta Pusat Kembangkan Praktik APOA

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JAKARTA – Pejabat Imigrasi Jakarta Pusat Klas I menggencarkan pengembangan Penerapan Pelaporan Orang Asing (APOA) di sejumlah hotel. Tujuannya untuk memantau para perantau dari luar negeri supaya tak melakukan tindakan dengan melanggar hukum.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kanwil Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta Yongki Muhammad Zein mengatakan, aplikasi ini wajib dimiliki oleh penginapan. Bahkan perusaahaan & pribadi. (Baca juga; Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Amankan Tiga WNA yang Overstay )

“Ini bertambah mudah melaporkan. Aplikasi itu mampu memantau apa saja kegiatan hukum selama di Indonesia dan keluar dibanding Indonesia, ” kata Yongki saat rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Jakarta Sentral di Kemayoran, Selasa (8/6/2021).

Yongki menambahkan, aplikasi ini juga berguna untuk memantau orang aneh agar tak berbuat mengacaukan warga. “Kalau ada orang asing yang mobilitas membangun perlu dipantau pergerakannya misalnya dia wisata dan bergerak, ” jelasnya.

Baca Juga:

Bahkan, para-para pemilik aplikasi bisa mengadukan adanya dugaan pidana sebab para orang asing. “Misalnya ternyata dia teroris atau apa, bisa saja mengadukan lewat sini. Nanti akan kami tindaklanjuti koordinasi dengan instansi lain, ” sebut Yongki.

Semasa ini, pelaporan orang ganjil oleh pihak hotel, penginapan ataupun perusahaan dilakukan dengan manual. Namun dengan adanya aplikasi itu di samping memudahkan bagi pihak hotel dan penginapan ataupun bagian perusahaan untuk melaporkan kehadiran orang asing di tempatnya.

“Kita berharap dengan adanya sosialisasi itu para-para pengelola hotel dan penginapan serta perusahaan yang dikunjungi oleh orang asing tersebut dapat dengan cepat melaporkanya ke Imigrasi, ”ujar Yongki. (Baca pula; Imigrasi Jakarta Pusat Amankan 44 WNA karena Tabrak Izin Tinggal )

Dia meminta seluruh pengelola penginapan serta unit usaha mau mencatat. “Di lain waktu kalau bisa seluruh hotel pertama di Jakarta Pusat menyelenggarakan pengawasan. Ini untuk kepentingan bersama, ” papar Yongki.

Sementara itu salah satu pengelola Hotel Indonesia Kempinski di Jakarta Pusat Taufik Permana mengapresiasi adanya aplikasi ini. Tempat berharap, dengan adanya APOA, pengawasan terhadap pendatang bakal menjadi lebih maksimal. “Dengan begitu pelanggaran yang dilakukan oleh tamu asing mampu dicegah, ” ucapnya.