Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Taiwan Desak China Serahkan Kekuasaan kepada Rakyat

Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Taiwan Desak China Serahkan Kekuasaan kepada Rakyat

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

TAIPEI semrawut Taiwan mendesak China untuk mengembalikan kekuasaan kepada kaum dan memulai reformasi kebijakan yang nyata. Pernyataan Taiwan ini datang jelang rujukan tragedi Lapangan Tiananmen.

Tanggal 4 Juni kelak akan menandai 32 tarikh sejak pasukan China menghapuskan tembakan untuk mengakhiri keonaran yang dipimpin mahasiswa di dalam dan sekitar alun-alun Tiananmen. Pihak berwenang China melarang peringatan publik tragedi tersebut.

Beijing tidak pernah merilis jumlah tentu korban tewas dalam kejadian itu. Tetapi perkiraan dibanding kelompok HAM dan bukti berkisar dari ratusan maka ribuan orang tewas di tragedi tersebut.

Baca Juga:

Pemerintah Taiwan dalam sebuah pernyataan mengatakan, Beijing menghindari permintaan maaf atas apa yang sudah terjadi atau refleksi atas kesalahannya. Membaca juga: Yeay! Pembukaan Penempatan PMI Ke Taiwan Mau Dibuka Kembali

“Kami membuktikan penyesalan, dan menyerukan kepada pihak lain untuk menerapkan reformasi politik yang berpusat pada rakyat, berhenti menekan tuntutan demokrasi rakyat, & mengembalikan kekuasaan kepada anak buah sesegera mungkin, ” sekapur pemerintah Taiwan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (3/6/2021).

Menyebut Kelompok Komunis China yang berkuasa sebagai “kediktatoran satu partai, ” Taiwan mengatakan, penindasan Beijing di dalam negeri dan di Hong Kong telah menunjukan China menyimpang dari nilai-nilai universal dan aturan internasional.

“Mereka tidak hanya memperdalam kontradiksi sosial yang mendalam di masyarakat mereka tunggal, meningkatkan kesulitan reformasi sistemik, tetapi juga menciptakan risiko konflik, yang mempengaruhi kebahagiaan dan stabilitas regional, ” ujarnya.

Taiwan memang cenderung menggunakan peringatan Lapangan Tiananmen untuk menilai China dan mendesaknya buat menghadapi apa yang telah dilakukannya, yang berulang kala membuat Beijing kesal. Baca juga: Bahan Asisten Bos Pentagon Dasar AS Latih Taiwan buat Perang Lawan China