Investasi Pabrik Gula Bakal Manis Kalau Bergandengan dengan Kebun Tebu

Investasi Pabrik Gula Bakal Manis Kalau Bergandengan dengan Kebun Tebu

loading…

JAKARTA awut-awutan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya pabrik gula baru guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat, baik itu buat konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Jadi, diperlukan kebijakan strategis dengan dapat menciptakan iklim investasiyang kondusif di Tanah Air. (Baca pula: Kemenkes Menentukan Siapa Saja yang Bisa Disuntik Vaksin Covid-19)

“Kami fokus memacu pembangunan pabrik-pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, sehingga dapat hidup dengan penuh, ” kata Gajah Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Jakarta, Kamis (26/8/2020).

Menperin menjelaskan, guna mencapai bahan tersebut, perlu adanya fasilitas menerima bahan baku dalam rangka pendirian pabrik gula baru maupun pengembangan investasi. Hal ini bertujuan untuk menarik minat investasi, meringankan muatan biaya investasi yang besar & membantu efisiensi operasional pabrik. Kemenperin sendiri telah menerbitkan Peraturan Gajah Perindustrian No. 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

“Kewajiban terintegrasi dengan perkebunan tebu yang dimaksud itu memiliki beberapa ketentuan, antara lain adalah perkebunan tebu dimiliki sendiri oleh perusahaan industri ataupun bermitra dengan petani tebu, ” sebutnya. (Baca juga: Sindiran Tere Liye: Pertamina Tak Pernah Salah, dengan Salah Kalian)

Baca Juga:

Kemudian, sebesar 20% bahan baku industri berdasarkan kapasitas giling tebu berasal dari perkebunan yang dimaksud, serta secara bertahap perusahaan industri harus meningkatkan sumber bahan baku industri yang berawal dari perkebunan tebu.

(uka)