Genjot Kualitas Perguruan Tinggi, UPI Kukuhkan Delapan Guru Tinggi

Genjot Kualitas Perguruan Tinggi, UPI Kukuhkan Delapan Guru Tinggi

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

BANDUNG kepala Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mengukuhkan delapan instruktur besar dari berbagai disiplin keilmuan, untuk menggenjot kualitas pendidikan di perguruan luhur. UPI menargetkan, jumlah instruktur besar mencapai 15% dibanding total dosen.

Delapan guru besar yang dikukuhkan dalam dua hari tersebut adalah Prof. Dr. Nugraha, SE., M. Si., CPA (ilmu manajemen); Prof. Dr. Hari Mulyadi, M. Jiwa (bidang pendidikan kewirausahaan); Prof. Dr. H. Amung Ma’Mun, M. Pd (bidang Menimba Kebijakan dan Pengembangan Olahraga); Prof. Dr. Drs. Aceng Ruhendi Syaifullah, M. Hum (bidang ilmu linguistik forensik).

Baca juga: UI Masuk 300 Besar Dunia Versi QS World University Ranking

Lalu Prof. Dr. Enjang Akhmad Juanda, M. Pd., MT (bidang Ilmu Teknologi Telekomunikasi); Prof. Dr. Edi Suryadi, M. Si (bidang pengetahuan komunikasi pendidikan); Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd (besar bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi); Prof. Dr. Agus Taufiq, M. Pd (bidang Petunjuk dan Konseling).

Baca Juga:

Menurut Rektor UPI M Solehuddin, pihaknya terus berupaya menggenjot para-para doktor untuk mendapatkan menggelar guru besar. Tercatat, had akhir 2020 lalu, UPI telah memiliki lebih sebab 110 guru besar daripada berbagai disiplin keilmuan.

“Jabatan guru luhur merupakan jabatan akademik tertinggi di sekolah tinggi. Kami UPI, terus berupaya mengembangkan bermacam-macam kebijakan dan program di dalam rangka memfasilitasi, mendorong serta meningkatkan capaian guru luhur di kampus kami ini, ” jelas Rektor.

Baca pula: Seleksi Mandiri ITB Diperpanjang hingga 20 Juni, Tersebut Syarat dan Cara Jadwal

Menurut dia, setiap dosen UPI berhak dan terbuka untuk menjadi guru besar. Namun untuk meraih tersebut, harus dilakukan dengan berlaku keras. Karakteristik guru gembung harus berbicara di berbagai forum terkait bidang keilmuan dalam rangka pembangunan masyarakat dan bangsa dan negara.

Kepala Dewan Guru Besar UPI Karim Suryadi menjelaskan, perhimpunan pengukuhan guru besar dikerjakan dalam rangka memberikan prinsip ke publik dalam tempat ilmunya sebagai guru gede yang besar jiwanya, mulia ilmunya dan rendah hatinya. Kearifan pandangan guru tinggi yang tidak mengenal penyimpangan, tidak menghakimi realitas berdasarkan pandangan yang tidak etnosentrik. Bertindak secara akurat serta tepat.

“Pengukuhan guru besar ini berupaya merayakan kejujuran, afeksi dan kesederhanaan dari pokok pemikiran para guru mulia UPI, ” imbuh dia.

Informasi Terkait

TULIS UCAPAN ANDA!
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Berita Rekomendasi